Sistem berkala modern pertama kali
dicetuskan oleh Dmitri Mendeleev. Penyusunan sistem periodik oleh
Mendeleev ini dilakukanpada tahun 1869, berdasarkan pengamatannya pada 63 unsur
yang dikenal pada saat itu. Ketika itu, beliau menyimpulkan bahwa sifat-sifat
unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya jika
unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu
akan berulang secara periodik.
Mendeleev menempatkan unsur-unsur yang
mempunyai kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal yang disebut golongan.
Lajur-lajur horizontal, yaitu lajur unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom
relatifnya, disebut periode.
Mendeleev mengosongkan beberapa tempat dalam tabel periodiknya.
Hal itu dilakukannya untuk menetapkan kemiripan sifat beberapa golongan.
Mendeleev yakin bahwa akan ditemukan unsur-unsur yang aaakan menempati tempat
kosong tersebut. Bahkan Mendeleev mampu meramalkan unsur-unsur yang masih belum
diketahui tersebut, dan kenyataanya apa yang diramalkan oleh Mendeleev tersebut
sesuai dengan kenyataan.Hal inilah yang meeenjadi salah satu kelebihan dari
sistem periodik Mendeleev.
Sistem
Periodik Modern
Sistem periodik yang dikenal saat ini
disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan bukan nomor massa. Oleh karena itu
kita perlu mengetahui pengertian nomor atom terlebih dahulu. Nomor atom adalah
nomor yang menunjukan jumlah proton dalam inti atom, sementara itu nomor massa
adalah nomor yang menunjukan nomor proton dan neutron dalam inti atom.
Dalam sistem periodik modern ini,
dikenal istilah periode dan golongan. Periode adalah lajur horizontal dalam
tabel sistem periodik yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan
kemiripan sifat. Sementara itu golongan adalah lajur vertikal yang disusun
berdasarkan kemiripan sifat.
Terdapat suatu garis imajiner antara
senyawa Boron dengan polonium yang melewati umsur-unsur Boron, Silikon,
Germanium, Arsen, dan Antimonium dalam sistem periodik. Unsur yang terletak di
sebelah kiri garis imajiner ini disebut sebagai kelompok unsur logam, sementara
itu unsur yang ada di sebelah kanan garis tersebut termasuk kelompok unsur
nonlogam, dan unsur-unsur yang dilewati oleh garis imajiner itu adalah golongan
unsur metaloid (menyerupai logam).
Sejarah Perkembangan Sistem Periodik
Unsur, Golongan, Periode, dan Sifat Periodik Unsur.
Hingga akhir abad 18, hanya dikenal penggolongan unsur atas logam
dan nonlogam. Sekitar dua puluh jenis unsur yang dikenal pada masa itu tampak
mempunyai sifat yang berbeda satu dengan yang lainnya.
Suatu perkembangan baru terjadi pada
awal abad 20, yaitu ketika John Dalton mengemukakan teorinya tentang atom.
Menurut Dalton, setiap unsur mempunyai atom-atom dengan sifat-sifat tertentu
yang berbeda dari atom unsur lainnya. Salah satu perbedaan antar atom unsur itu
adalah massanya. Akan tetapi, Dalton belum dapat menentukan massa atom.
Sebagaimana diketahui atom mempunyai
massa yang amat kecil. Para ahli pada masa itu belum dapat menentukan massa
atom individu. Sebagai gantinya mereka menggunakan massa atom relatif, yaitu
perbandingan massa antar-atom yang satu terhadap yang lainnya. Metode penentuan
massa atom relatif dikemukakan oleh Berzelius (1814) dari
Swedia dan P. Dulong dan A. Petit (1819), keduanya darl Perancis.
Berzelius maupun Dulong dan Petit
menentukan massa atom relatif berdasarkan kalor jenis unsur. Massa atom relatif
merupakan sifat penting unsur dan merupakan sifat spesifik, karena setiap unsur
mempunyai massa atom relatif tertentu yang berbeda dari unsur lainnya.
Dobereiner, Newlands, Mendeleev, dan Lothar Meyer membuat pengelompokan unsur
berdasarkan massa atom relatif.
Perkembangan Tabel Periodik Unsur
1. Hukum Triade Dobereiner
Pada tahun 1829, Johan Wolfgang Dobereiner, seorang professor kimia
di Jerman, mengemukakan bahwa massa atom relatif Strontium sangat dekat dengan
massa rata-rata dari dua unsur lain yang mirip dengan strontium, yaitu Kalsium
dan Barium. Dobereiner juga menemukan beberapa kelompok unsur lain seperti itu.
Karena itu, Dobereiner mengambil kesimpulan bahwa unsur-unsur dapat
dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok tiga unsur yang disebutnya Triade. Akan tetapi, Dobereiner belum berhasil
menunjukkan cukup banyak triade sehingga aturan tersebut bermanfaat.
Meskipun gagasan yang dikemukakan oleh
Dobereiner selanjutnya gugur (tidak berhasil), tetapi hal tersebut merupakan
upaya yang pertama kali dilakukan dalam menggolongkan unsur.
2. Hukum Oktaf Newlands
Pada tahun 1866, John A.R Newlands seorang ahli kimia berkebangsaan
Inggris mengemukakan bahwa unsur-unsur yang disusun berdasarkan urutan kenaikan
massa atomnya mempunyai sifat yang akan berulang tiap unsur kedelapan. Artinya,
unsur pertama mirip dengan unsur kedelapan, unsur kedua mirip dengan unsur
kesembilan, dan seterusnya.
Sifat keperiodikan unsur berdasarkan
urutan kenaikan massa atom setiap kelipatan delapan dinamakan hukum oktaf. Saat itu, baru ditemukan 60 unsur.
Gas mulia tidak termasuk dalam pengelompokan sistem oktaf karena belum
ditemukan .
Berikut ini disampaikan pengelompokan
unsur berdasarkan hukum oktaf Newlands, yaitu sebagai berikut :
|
H
|
F
|
Cl
|
Co/Ni
|
Br
|
Pd
|
I
|
Pt
|
|
Li
|
Na
|
K
|
Cu
|
Rb
|
Ag
|
Cs
|
Tl
|
|
Be
|
Mg
|
Ca
|
Zn
|
Sr
|
Cd
|
Ba/V
|
Pb
|
|
B
|
Al
|
Cr
|
Y
|
Ce/La
|
U
|
Ta
|
Th
|
|
C
|
Si
|
Ti
|
In
|
Zr
|
Sn
|
W
|
Hg
|
|
N
|
P
|
Mn
|
As
|
Di/Mo
|
Sb
|
Nb
|
Bi
|
|
O
|
S
|
Fe
|
Se
|
Ro/Ru
|
Te
|
Au
|
Os
|
Beberapa unsur ditempatkan tidak urut sesuai massanya dan terdapat
dua unsur yang ditempatkan di kolom yang sama karena kemiripan sifat.
3. Sistem Periodik Mendeleyev
Pada tahun 1869, Dmitri Ivanovich Mendeleyev seorang ahli kimia
berkebangsaan Rusia menyusun 65 unsur yang sudah dikenal pada waktu itu.
Mendeleev mengurutkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom dan sifat
kimianya.
Pada waktu yang sama, Julius Lothar Meyer
membuat susunan unsur-unsur seperti yang dikernukakan oleh Mendeleyev. Hanya
saja, Lothar Meyer menyusun unsur-unsur tersebut berdasarkan sifat fisiknya.
Meskipun ada perbedaan, tetapi keduanya menghasilkan pengelompokan unsur yang
sama.
Mendeleyev menyediakan kotak kosong
untuk tempat unsur-unsur yang waktu itu belum ditemukan, seperti unsur dengan
nomor massa 44, 68, 72, dan 100. Mendeleyev telah meramal sifat-sifat unsur
tersebut dan ternyata ramalannya terbukti setelah unsur-unsur tersebut
ditemukan. Susunan unsur-unsur berdasarkan hukum Mendeleev disempurnakan dan
dinamakan sistem periodik Mendeleyev.
Sistem periodik Mendeleev terdiri atas golongan (unsur-unsur yang terletak dalam satu
kolom) dan periode (unsur-unsur yang terletak dalam satu baris).
4. Pengelompokan Unsur Berdasarkan Sistem Periodik Modern
Sistem periodik Mendeleyev dikemukakan
sebelum penemuan teori struktur atom, yaitu partikel-partikel penyusun atom.
Partikel penyusun inti atom yaitu proton dan neutron, sedangkan elektron
mengitari inti atom. Setelah partikel-partikel penyusun atom ditemukan,
ternyata ada beberapa unsur yang mempunyai jumlah partikel proton atau elektron
sama, tetapi jumlah neutron berbeda. Unsur tersebut dikenal sebagai isotop.
Jadi, terdapat atom yang mempunyai jumlah proton dan sifat kimia sama, tetapi
massanya berbeda karena massa proton dan neutron menentukan massa atom.
Dengan demikian, sifat kimia tidak
ditentukan oleh massa atom, tetapi ditentukan oleh jumlah proton dalam atom
tersebut. Jumlah proton digunakan sebagai nomor atom unsur dan unsur- unsur
disusun berdasarkan kenaikan nomor atom.
Ternyata, kenaikan nomor atom
cenderung diikuti dengan kenaikan massa atomnya.
Keperiodikan sifat fisika dan kimia unsur disusun berdasarkan
nomor atomnya. Pernyataan tersebut disimpulkan berdasarkan hasil percobaan Henry Moseley pada tahun 1913. Sistem periodik
yang telah dikemukakan berdasarkan percobaan Henry Moseley merupakan sistem
periodik modern dan masih digunakan hingga sekarang.
Sistem periodik unsur modern merupakan
modifikasi dari sistem periodik Mendeleyev. Perubahan dan penyempumaan dilakukan
terhadap sistern periodik Mendeleyev terutama setelah penemuan unsur-unsur gas
mulia. Mendeleyev telah meletakan dasar-dasar yang memungkinkan untuk
perkembangan sistem periodik unsur.
5. Golongan dan Periode Unsur dalam Tabel Sistem Periodik Unsur
Modern
Unsur-unsur dalam tabel sistem
periodik modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Karena sistem periodik
yang disusun berbentuk panjang, maka tabel periodik yang sekarang ini disebut tabel periodik panjang. Terkadang disebut pula
tabel periodik modern, dikarenakan disusun oleh konsep-konsep yang sudah
modern.
Berbeda dengan tabel periodik
Mendeleyev, karena berbentuk pendek, maka sering disebut sistem periodik
pendek. Pada sistem periodik bentuk panjang, sifat unsurnya merupakan fungsi
periodik dari nomor atomnya. Hal ini berarti bahwa sifat unsur tergantung dari
nomor atomnya.
Pada tabel periodik bentuk panjang,
juga dikenal istilah periode dan golongan. Penyusunan unsur dengan arah
mendatar ke kanan disebut periode, sedangkan
penyusunan unsur dengan arah ke bawah disebut golongan.
Tabel periodik bentuk panjang terdiri atas 7
periode dan 8 golongan. Adapun
tampilan fisik tabel Sistem Periodik Modern, adalah sebagai berikut eriode
dibedakan menjadi periode pendek dan periode panjang, sedangkan golongan
dibedakan menjadi golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan
transisi). Periode pendek mencakup periode 1 (terdiri dari 2 unsur), periode 2
(terdiri dari 8 unsur) dan periode 3 (terdiri dari 8 unsur). Sedangkan periode
panjang mencakup periode 4 sampai dengan periode 7.
a. Golongan
Golongan unsur pada sistem periodik
unsur modern disusun berdasarkan jumlah elektron valensi (elektron yang terletak pada kulit terluar). Unsur
dalam satu golongan mempunyai sifat yang cenderung sama dan ditempatkan dalam arah vertikal (kolom).
Pada sistem periodik unsur modern,
golongan dibagi menjadi 18 berdasarkan aturan IUPAC. Berdasarkan aturan
Amerika, sistem periodik unsur modern dibagi dua golongan yaitu golongan A dan
B. Jadi, golongan unsur dari kiri ke kanan ialah IA, IIA, IIIB, IVB, VB, VIB, VIIB, VIIIB, IB, IIB, IIIA, IVA, VA, VIA, VIIA, dan VIIIA.
Umumnya, digunakan pembagian golongan menjadi A dan B.
Golongan unsur pada sistem periodik
unsur modern mempunyai nama khusus yaitu sebagai berikut :
|
Golongan
|
Nama Khusus
|
Unsur-unsur
|
|
|
IA
|
1
|
Alkali
|
Li, Na, K, Rb, Cs, dan Fr
|
|
IIA
|
2
|
Alkali Tanah
|
Be, Mg, Ca, Sr, Ba, dan Ra
|
|
IIIA
|
13
|
Boron
|
B, Al, Ga, In, dan Tl
|
|
IVA
|
14
|
Karbon
|
C, Si, Ge, Sn, dan Pb
|
|
VA
|
15
|
Nitrogen
|
N, P, As, Sb, dan Bi
|
|
VIA
|
16
|
Oksigen
|
O, S, Se, Te, dan Po
|
|
VIIA
|
17
|
Halogen
|
F, Cl, Br, I, dan At
|
|
VIIIA
|
18
|
Gas Mulia
|
He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn
|
b. Periode
Periode unsur pada sistem periodik
unsur modem disusun dalam arah horisontal (baris) untuk
menunjukkan kelompok unsur yang mempunyai jumlah kulit sama.
Sistem periodik bentuk panjang terdiri atas 7 periode sebagai
berikut :
1) Periode 1 = periode
sangat pendek berisi 2 unsur, yaitu H dan He
2) Periode 2 = periode
pendek berisi 8 unsur
3) Periode 3 = periode
pendek berisi 8 unsur
4) Periode 4 = periode
panjang berisi 18 unsur
5) Periode 5 = periode
panjang berisi 18 unsur
6) Periode 6 = periode
sangat panjang berisi 32 unsur
7) Periode 7 = periode
yang unsur-unsurnya belum lengkap berisi 30 unsur
Pada periode 6 termasuk periode sangat
panjang, yaitu berisi 32 unsur.
Golongan IIIB periode 6 berisi 14
unsur dengan sifat mirip yang dinamakan golongan lantanida. Begitu
juga golongan IIIB periode 7 berisi 14 unsur dengan sifat mirip dinamakan
golongan aktinida. Unsur golongan aktinida dan lantanida biasanya dituliskan terpisah
di bawah. Golongan lantanida dan aktinida disebut golongan transisi dalam.
6. Penetapan Golongan dan Periode
Golongan dan periode dapat ditentukan
dengan cara menuliskan konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron adalah
penataan elektron dalarn atom yang ditentukan berdasarkan jumlah elektron. Pada
konfigurasi elektron, jumlah elektron valensi menunjukkan nomor golongan, sedangkan
jumlah kulit yang sudah terisi elektron (n terbesar) menunjukkan periode.
0 komentar:
Posting Komentar